Wednesday, September 9, 2020

>> Busi Kotor Lebih Baik Dibesihkan Atau Ganti? Berikut Penjelasanya

Busi menjadi elemen penting bagi setiap kendaraan. Meski ukurannya kecil, namun fungsinya dalam menyediakan percikan api di ruang pembakaran, menghasilkan busi memiliki peranan besar dalam kinerja mesin.

Beberapa waktu kemudian Otomania sempat menyediakan kiat membersihkan busi selaku bentuk perawatan. Meski dapat dilakukan, rupanya hal ini tidak diusulkan oleh AB Andra, selaku Aftermarket Sales Manager PT NGK Busi Indonesia.


"Untuk kami sama sekali tidak disarankan membersihkan busi. Baik dengan amplas terlebih hingga merendamnya di dalam bensin," ucap Andra (28/7/2016).

Menurutnya, membersihkan dengan cara mengamplas atau dengan sikat kawat dapat mengikis lapisan elektrodanya. Selain itu gap kepala busi juga tanpa disengaja akan bergeser, dapat menjelma terlalu rengang atau rapat.

Bila hingga gap berubah dan elektroda terkikis, otomatis menghasilkan kerja busi justru tidak maksimal. Salah satu efek besarnya merupakan penyaluran pengapian yang tidak sempurna.

"Gap di NGK standarnya itu 9-11 milimeter itu sudah ada aturanya sejak dibentuk dari pabrik. Meski setelah dibersihkan kemudian diukur kembali menggunakan fuller gauge (alat pengukur celah busi), namun tidak jaminan sama dengan di saat dikeluarkan dari pabrik. Kenapa? fuller gauge itu ada kalibrasinya tiap tahun, tidak bisa beli kemudian dipakai selamanya," ucap Andra.

Menurutnya, salah satu cara yang bagus merupakan dengan eksklusif mengubah busi apabila memang sudah kotor. "Untuk sepeda motor optimal itu 5.000 km, sedangkan untuk kendaraan beroda empat mulai dari 10.000 hingga 20.000 km," ucap Andra.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment