Wednesday, September 23, 2020

>> Jus Buah Kurang Baik, Begini Klarifikasi Sang Piawai Gizi

Agar mendapat faedah dari mengonsumsi buah, santaplah seluruh bab dari sejumlah buah menyerupai kulit, daging, dan bab inti yang lain mudah-mudahan kandungan nutrisi diterima oleh tubuh dalam jumlah yang utuh.

Bila memang tidak begitu suka memakan buah dalam kondisi butuh, bolehlah dijadikan jus. Namun usahakan jangan terlalu sering.

Penasehat Kesehatan sekaligus Ahli Gizi di London, Inggris, Jackie Lynch beropini bahwa akan terjadi kerusakan yang lumayan banyak dan tidak akan mendapat faedah besar dari buah ketika buah-buah yang hendak dimakan itu dijadikan jus atau smoothie (dicampur dengan sayuran).

"Mekanisme mengonsumsi seluruh bab buah tidak disangsikan lagi manfaatnya, menyerupai penurunan berat badan, absorpsi serat, dan nutrisi," kata Jackie Lynch.

Jackie, melanjutkan, buah dan sayuran menyimpan sejuta faedah bagi tubuh apabila dimakan tanpa meminimalisir satu pun bab paling penting dari buah itu sendiri. Mulai dari melindungi kita dari stroke, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, bahkan beberapa macam kanker.

"Serta menampilkan nutrisi penting untuk tubuh. Seperti zink untuk tata cara kekebalan tubuh, dan asam folat untuk menghasilkan sel-sel darah merah," kata beliau menambahkan.

Masalah yang dihadapi ketika ini yakni pada biasanya dari kita paling bahagia apabila menyantapnya dalam kondisi telah dijus. Padahal, juicer (alat untuk menghasilkan jus) mencampakkan banyak inti dari buah yang hendak disantap.

"Cara kerja dari juicer yakni mengekstraksi setiap tetesan cairan dari jeruk atau apel dan meninggalkan banyak empulur dan bab inti yang justru terkandung banyak serat yang sungguh penting bagi tata cara pencernaan kita," kata Lynch menjelaskan.

Seperti dikenali bahwa serat penting bagi tubuh untuk menangkal sembelit dan meminimalisir risiko kanker usus. Serat juga berperan penting dalam mempertahankan tata cara kekebalan tubuh, serta menangkal tubuh dari penyakit radang usus, kanker usus, dan gangguan autoimun menyerupai rheumatoid arthritis.

"Serat juga menolong tubuh merasa kenyang lebih lama. Ini sungguh memiliki faedah bagi mereka pelaku diet. Selain itu serat turut menolong absorpsi nutrisi, utamanya mineral menyerupai kalsium ke dalam tubuh," kata beliau menekankan.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment