Friday, October 9, 2020

>> 7 Belakang Layar Dibalik Anak Yang Sukses

Tidak ada resep ampuh mendidik anak yang menjamin anak niscaya sukses. Tapi sejumlah observasi psikologis dapat menjadi isyarat aspek baik yang dapat jadi kunci kesuksesan.


Orang Tua Latih Anak Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga
Kebiasaan ini penting, kata Julie Lythcott-Haims, penulis buku How to Raise an Adult. "Dengan demikian anak tahu bahwa ada pekerjaan yang mesti dilakukan, dan tiap orang mesti menyumbangkan tenaga untuk kepentingan bersama," kata Lythcott-Haims.

Orang Tua Mengajar Kepandaian Bersosialisasi
Riset 20 tahun yang dijalankan Pennsylvania State University and Duke University menunjukkan, anak yang kompeten secara sosial, yang dapat relevan dengan teman, bersedia menolong, mengetahui perasaan orang dan mengakhiri sendiri kendala mereka, kemungkinan besar sanggup gelar sarjana dan melakukan pekerjaan sarat dalam usia 25 tahun. Sebaliknya, anak yang tak mempunyai kompetensi sosial sering gagal.

Anak-Anak Belajar Matematika Sejak Dini
Riset Northwestern University atas 35.000 anak menunjukkan, kesanggupan matematika yang meningkat sejak dini bisa jadi laba besar. Greg Duncan yang ikut dalam observasi mengungkap, kesanggupan matematika di usia dini bisa jadi isyarat kesanggupan matematika di masa depan dan kesanggupan membaca.

Ibu Bekerja
Anak wanita dari ibu yang melakukan pekerjaan menimba pendidikan lebih lama, dan condong sanggup pekerjaan berstatus dan bergaji lebih tinggi. Jumlahnya 23% lebih banyak ketimbang anak dari ibu yang tidak bekerja. Anak pria dari ibu yang melakukan pekerjaan lebih sering jalankan pekerjaan rumah tangga. Syaratnya: ibu dilarang depresi sebab beban pekerjaan rumah tangga dan sekaligus mencari nafkah.

Hubungan Keluarga Yang Harmonis
Anak-anak dari keluarga konflik, baik orang renta yang bercerai atau tidak, umumnya kurang sukses, dibanding belum dewasa dari orang renta yang rukun. Demikian hasil observasi University of Illinois. Para orang tuaj dianjurkan memberi perhatian besar terhadap anak, tidak acuh kesanggupan finansial mereka, dan menjalin kekerabatan baik dengan anak. Demikian hasil riset psikolog Lee Raby.

Orang Tua Punya Harapan Tinggi Bagi Anak
Harapan orang renta yang tinggi bagi masa depan anak punya pengaruh besar atas kesuksesan anak. Demikian hasil observasi Prof. Neal Halfon atas 6.600 anak lainnya 2001. Orang renta yang berharap anaknya berkuliah akan mengarahkan anaknya ke sana, tidak acuh kesanggupan keuangan mereka.

Orang Tua Menghargai Upaya Anak untuk Berhasil
Orang renta yang yakin bahwa kehendak dan kehendak bisa memperbaiki kesanggupan anak, akan mendorong kesuksesan anak. Jika anak diajar bahwa mereka berhasil sebab intelegensianya belaka, itu akan menciptakan cara berpikir yang tak berkembang. Berbeda halnya apabila anak dididik untuk berusaha biar sukses. Demikian Carol Dweck dari Stanford University.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment