Wednesday, October 7, 2020

>> 9 Diam-Diam Bagaimana Orang Berhasil Cerdik Dalam Mengatur Emosi

Kemampuan mengontrol emosi & hening di bawah tekanan mempengaruhi kinerja seseorang. Riset TalentSmart berbincang 90% orang yang berhasil dalam bisnis & karir, trampil mengurus emosi pada dikala stres. Ini kunci suksesnya


Hargai dan syukuri apa dimiliki
Meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang Anda syukuri mengembangkan suasana hati, alasannya meminimalisir hormon stres kortisol sampai 23%. Penelitian di University of California mendapatkan bahwa orang yang banyak bersyukur mengalami perbaikan suasana hati, energi, dan keadaan fisik.

Hindari pertanyaan "Bagaimana Jika?"
Mempertanyakan banyak sekali hal dengan kalimat "Bagaimana jika?" cuma memunculkan stres dan khawatir. Lebih banyak waktu yang dihabiskan cuma untuk cemas, maka kian sedikit pula waktu untuk konsentrasi dalam mengambil langkah-langkah yang menenangkan. Orang yang hening mengenali bahwa pertanyaan "bagaimana jika? cuma akan menenteng mereka ke arah yang tidak mereka inginkan.

Selalu berpikir positif
Setiap anggapan kasatmata akan laksanakan untuk memfokuskan kembali perhatian Anda. Ketika seluruhnya berlangsung lancar, dan suasana hati Anda baik, banyak sekali hal bisa dilaksanakan dengan lebih mudah. Ketika anggapan Anda dibanjiri dengan anggapan negatif, secepatnya alihkan dengan mempertimbangkan hal-lain lain yang kasatmata yang terjadi pada Anda, tidak menghiraukan seberapa kecilpun itu.

Lepaskan diri dari komunikasi dan informasi
Teknologi memungkinkan komunikasi terus-menerus dan berharap Anda siaga setiap saat. Bekerja saban hari juga memunculkan stres yang seolah tiada henti. Sekali waktu, coba putuskan hubungan telfon dan internet. Istirahatkan badan dan anggapan dari sumber stres. Penelitian berbincang bahwa sesuatu yang sederhana menyerupai melepaskan diri dari kontak email sanggup menurunkan tingkat stres.

Batasi asupan kafein
Minum kopi mengandung kafein menyebabkan pelepasan adrenalin. Kafein menghasilkan orang terjaga, mengrangi stres dan siap melakukan banyak hal. Namun terkadang mungkin Anda tak butuh kafein sebanyak itu. Perbanyak minum air putih daripada kopi.

Tidur cukup
Tidur amat penting untuk mengembangkan kecerdasan emosional & mengurus tingkat stres Anda. Ketika tidur, otak Anda mengisi kembali energi, menyortir memori atas apa yang terjadi hari ini, sehingga di saat Anda bangun, anggapan manjadi lebih berhati-hati dan jernih. Pengendalian diri dan memori menyusut di saat Anda tidak mendapat cukup tidur. Kurang tidur mengembangkan kadar hormon stres sendiri.

Membingkai ulang cara pandang
Stres dan ketakutan didorong oleh penglihatan miring kita sendiri atas sebuah peristiwa. Tenggat waktu yang tidak realistis, bos tak kenal ampun, dan kemacetan kemudian lintas yakni referensi penyebab stres. Anda tidak dapat mengontrol keadaaanya namun sanggup mengontrol diri dalam menyikapi suasana itu. Cerna masalahnya, bingkai ulang cara pikirmu. Bisa jadi masalahnya tak sengeri yang dibayangkan.

Mengatur nafas
Cara termudah melepas stres yang dapat dilakukan tiap hari: mengendalikan nafas. Pernapasan melatih otak untuk cuma konsentrasi pada kiprah yang mesti dilakukan dan meminimalisir stres. Ketika Anda merasa stres, tutup pintu, singkirkan semua gangguan, duduk dan mengendalikan nafas. Cegah anggapan Anda berkeliaran. Ambil nafas dalam dan keluarkan. Lakukan sampai dua puluh kali. Masih belum tenang? Ulangi lagi.

Berdayakan bantuan di sekitarmu
Kenali kehabisan Anda. Minta pinjaman di saat Anda memerlukan untuk menanggulangi kehabisan ini. Andalkan orang-orang yang siap menolong dalam keadaan sulit. Meminta pinjaman akan meminimalisir stres dan memperkuat hubungan Anda dengan orang-orang yang dapat Anda andalkan. Demikian catatan observasi yang dirangkum oleh Dr Travis Bradberry, pendiri TalentSmart, pengurus forum riset kecerdasan emosional.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment