Monday, October 5, 2020

>> Inilah Posisi Transmisi Yang Benar Di Saat Berhenti Di Lampu Merah

Resiko kecelakaan cukup besar dihadapi para pengemudi kendaraan beroda empat di jalan raya. Tidak terkecuali ketika berada di keadaan membisu jawaban berhenti di lampu merah.

“Mobil yang berada di tengah waktu berhenti di lampu merah tidak lepas dari potensi kecelakaan. Terutama jika pengemudi kendaraan beroda empat menyepelekan waktu berhenti di lampu merah dan tidak memperhatikan lingkungan sekeliling kendaraan,” ucap Sony Susmana, Senior Trainer SDCI.

Salah satunya merupakan kendaraan beroda empat dengan transmisi otomatis. Pengemudi dengan transmisi otomatis terkadang berhenti di lampu merah dan memposisikan tuas transmisi ke posisi P (Parking) atau N (Netral) kemudian mengaktifkan rem tangan.

Bahkan yang lebih gawat, banyak pengendara yang tetap pada posisi tuas di D (Drive), kemudian menginjak pedal rem. Kondisi ini kemudian digunakan pengemudi untuk melakukan acara lain menyerupai berkirim pesan atau sibuk menyaksikan gadget. Selama beberapa ketika pengemudi terlena dan menjadi tidak berhati-hati dengan keadaan sekitar.

Untuk itu, bagi kendaraan beroda empat bertransmisi otomatis ketika berhenti di lampu merah, pindah tuas transmisi ke N. Lalu jangan menggunakan rem parkir, namun injak pedal rem untuk menentukan kendaraan membisu di tempat.

“Dengan menekan pedal rem kaki menghasilkan pengemudi tetap berhati-hati dan tidak melakukan acara lain selain mengemudi. Pengemudi berfokus kepada sekeliling kendaraan. Menekan pedal rem juga menghasilkan lampu kendaraan di belakang menyala sehingga menghasilkan berhati-hati pengemudi lain di belakang kendaraan,” ucap Sony.

Dari sisi teknis, ketika berhenti di lampu merah dan menggunakan transmisi P malah akan menambah beban kerja girbok dan mesin. Transmisi P cuma digunakan ketika kendaraan akan berhenti kemudian mesin mati. Apalagi jika posisi transmisi tetap di D, kerja girbok dan mesin kian berat.

Pengemudi diusulkan untuk menggunakan N ketika berhenti di lampu merah. Ini sebab antara mesin dan girbok tidak saling terhubung sehingga tidak menghasilkan transmisi cepat rusak.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment