Monday, November 30, 2020

>> 6 Filosofi Hidup Paling Bermanfaat Untuk Semua Wanita

Di Indonesia, tidak banyak perempuan yang mengenal Steinem. Padahal, perempuan ini sudah menjadi ikon feminisme terbaru sejak 60-an.

Seorang jurnalis andal, Steinem menulis perihal kontrasepsi, ketidaksetaraan upah, kejahatan terhadap wanita, dan lain-lain. Wanita ini juga dipahami alasannya yaitu pernah menjadi jurnalis undercover selaku salah satu kelinci majalah Playboy dan mengungkap segi gelap dunia tersebut. Kini, di usianya yang ke-82, pencetus majalah feminis Ms. Ini membagikan pelajaran hidupnya:


1. Pertahankan nama Anda
Menurut Steinem, perempuan sudah berjuang selama lebih dari 25 tahun mudah-mudahan ijab kabul menjadi kemitraan yang setara. Oleh alasannya yaitu itu, perempuan tidak semestinya menyerahkan nama dan domisili mereka begitu saja.

Dia berkata, “Tidak ada seorang pun yang pernah memanggilku Ibu Bale. Jika mereka melaksanakan hal tersebut, saya akan berkata, ‘Namaku yaitu namaku dan namanya yaitu namanya. Dan alasannya yaitu kau tidak tahu, namaku yaitu Gloria Steinem.’”

2. Hiraukan penuaan
“Aku masih berupaya keras untuk mengetahui mortalitas alasannya yaitu 80 tidak ada bedanya dari 40. Hal ini masih mengejutkanku di saat seseorang menyampaikan bahwa saya 82 tahun,” ujarnya.

3. Jangan buang-buang waktu
“Ini yaitu kesalahan terbesarku. Aku terus menerus melaksanakan hal yang saya sudah tahu. selaku seorang penulis, saya mengejar-ngejar cerita-cerita yang diperintahkan kepadaku ketimbang dongeng yang menurutku penting,” ungkap Steinem.

Dia melanjutkan, “Membuang-buang waktu yaitu hal yang paling kukhawatirkan, alasannya yaitu pada di saat kau di usiaku, kau akan menyadari bahwa satu-satu hal yang kau miliki yaitu waktu.”

4. Hiduplah selaku diri Anda sendiri
Steinem menyampaikan bahwa di masa lalu, perempuan yang ingin menjadi pengacara atau penulis menegaskan untuk menikah dengan pengacara atau penulis alasannya yaitu mereka tidak diperbolehkan menggapai mimpi tersebut.

Rupanya, hal ini masih menjadi permasalahan bagi wanita. “Aku masih belum mendapatkan universitas di mana perempuan tidak ketakutan dengan variasi pernikahan, anak, dan karier,” ujarnya.

5. Lawanlah tekanan botox
Peningkatan operasi plastik dan botox di golongan perempuan terbaru yaitu sesuatu yang mencemaskan Steinem.

“Aku tidak menilai mekanisme ini selaku anti-feminis. (Tetapi) saya merasa bahwa ini bukan kesalahan individual, melainkan tekanan sosial secara kolektif,” kata Steinem.

Dia melanjutkan, “Aku tidak mendukung ataupun melawannya, namun saya ingin menghentikan tekanan penduduk yang memaksa perempuan untuk melakukannya.”

6. Jangan simpan penyesalan
“Ketika orang-orang mengajukan pertanyaan jika saya menyesal mempunyai anak, saya dapat mencicipi tekanan untuk menjawab ‘Ya’. Akan tetapi, saya tidak dan tidak pernah merasa demikian,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, “Ketika masih muda, saya berpikir bahwa saya mesti punya anak. Aku berpikir siapa saja mesti punya anak.”

“Namun, seumpama kata seseorang bahwa tidak siapa saja dengan pita bunyi yaitu penyanyi opera, tidak siapa saja yang punya rahim mesti menjadi ibu,” pungkasnya.
(referensi)

0 comments:

Post a Comment