Thursday, November 12, 2020

>> Kiat Identifikasi Glaukoma Pada Mata Sejak Dini

Di Indonesia, Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Bedanya, operasi katarak dapat mengembalikan penglihatan, sedangkan glaukoma tidak. Glaukoma merupakan penyakit yang menghancurkan saraf mata. Pengobatan sampai operasi tidak bisa mengembalikan fungsi saraf seumpama semula.

Untuk itu, sungguh penting melakukan deteksi dini glaukoma. Sebagai langkah awal, identifikasi dahulu tanda-tanda glaukoma meski terkadang tidak membuat tanda-tanda dan sering tak disadari penderitanya.

Dokter seorang jago mata dari Jakarta Eye Center (JEC) Ikke Sumantri mengungkapkan, glaukoma yang sering tidak menimbulkan tanda-tanda yaitu, jenis glaukoma sudut terbuka. Glaukoma jenis ini disebabkan aspek genetik atau keturunan dan yang paling banyak ditemui kasusunya.

“Gejalanya seumpama menyaksikan dalam terowongan dan kerap kali tidak bergejala,” ujar Ikke di Jakarta.

Sementara itu, pada tipe glaukoma sudut tertutup, gejalanya lebih berat, merupakan nyeri berat, persepsi kabur, sakit kepala lantaran tekanan bola mata lebih tinggi, bila tekanan bola mata tiba-tiba naik akan terasa mual sampai muntah. Kornea mata juga terlihat tidak jernih lantaran pembengkakkan.

“Kalau tidak dikerjakan lama-kelamaan dapat menetralisir penglihatan. Proses hilangnya pandangan dapat berbeda-beda setiap orang, ada yang cepat, ada yang butuh 10 tahun, tergantung tinggi rendahnya tekanan pada bola mata.

Glaukoma juga dapat terjadi pada bayi gres lahir atau tipe glaukoma kongenital. Glaukoma pada bayi dapat ditandai dengan bola mata bayi yang terlalu besar atau terlihat melotot dan pembengkakkan pada kornea mata diikuti air mata berlebih.

Jika mengalami tanda-tanda tersebut, secepatnya periksa ke dokter mata. Jika dikenali lebih dini, kebutaan lantaran glaukoma dapat dicegah. Pengobatan memang tidak bisa menyembuhkan, tetapi cuma menghalangi kerusakan saraf lebih parah.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment