Saturday, December 12, 2020

>> Bocah 14 Tahun Retas 12 Website Penting Dunia Dari Laptop

Seorang bocah pria meretas 12 website di dunia, tergolong situs polisi. Peretasan dijalankan di saat beliau belum berumur 16 tahun menyerupai sekarang. Anak asal Plympton, erat Plymouth, Devon, Inggris, itu pun mengirim informasi bohong wacana adanya serangan bom (bomb hoax) ke maskapai penerbangan lewat Twitter.

Remaja itu, yang tidak disebut namanya alasannya argumentasi hukum, melakukan peretasan, tergolong situs milik polisi di daerahnya dan Sea World di saat beliau berusia 14 dan 15 tahun. Bocah tersebut menyerang situs milik pemerintah, polisi, dan situs yang lain di Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Utara dari laptop kecil di kawasan tidur rumahnya di Plympton.

Devon dan Cornwall Polisi terkena imbas selama 44 menit akhir serangan Penolakan Layanan secara Terdistribusi atau Distributed Denial of Service (DDoS). Perbuatan anak itu juga membuat Sea World mengalami kerugian sebesar nyaris 600.000 dollar AS atau setara Rp 7,8 miliar, menyerupai dilaporkan Daily Express, Rabu (20/7/2016).

Anak tersebut dikenai tiga pelanggaran sesuai Bab 3 UU Penyalahgunaan Komputer, berhubungan dengan serangan DDoS, dan dieksekusi dua tuduhan menurut Pasal 51 UU Tindak Pidana. Itu juga terkait bomb boax yang dikirimnya lewat Twitter ke American Airlines, Gedung Putih, dan Delta Air Lines pada 13 Februari 2015.

Hakim Distrik Diane Baker menyampaikan terhadap anak itu, yang duduk di samping ibunya di Pengadilan Pemuda Plymouth, bahwa ia sudah berpikir untuk memvonisnya penjara 12 bulan dan pembinaan.

Namun, Baker mengatakan, jikalau anak itu dihukum, hal itu akan "menghancurkan" hidupnya. Menurut Baker, hal yang paling sempurna untuk anak itu yaitu dimasukkan ke kawasan rehabilitasi dewasa selama dua tahun dengan 120 jam training dan kursus.

Baker pun mewakilkan ibu anak itu untuk mengeluarkan duit denda 620 poundsterling atau sekitar Rp 10,7 juta.

"Kamu sudah menyulitkan orangtuamu selama rentang waktu tersebut," kata hakim Baker terhadap dewasa itu, sambil menyertakan bahwa laptonya takkan dihancurkan.

"Saya mesti mengatakan, sungguh tidak sehat bagi seorang dewasa seusiamu menghabiskan banyak waktu cuma di komputer," kata Baker lagi.

"Saya tidak berpikir ada sesuatu yang bisa ibumu lakukan dalam kondisi menyerupai ini alasannya beliau sama sekali tidak ada keterlibatannya," kata hakim.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment