Saturday, December 26, 2020

>> Miris !! 8 Diam-Diam Menakutkan Industri Susu Sapi

Dinamika pasar susu sapi memaksa peternak laksanakan praktik kejam untuk tekan ongkos produksi. Bayi sapi berusia lima hari diambil paksa dari induknya untuk dibantai. Praktik brutal itu berupaya dirahasiakan industri susu


Mitos dan Propaganda
Susu nyaris tidak bisa dipisahkan dari nutrisi harian bawah umur atau orang dewasa. Selain disanjung sungguh kaya protein dan kalsium, susu juga diyakini wajib disantap anak di usia kemajuan untuk menghambat kelainan. Namun tidak semua keajaiban susu diamini dunia kedokteran. Kebanyakan hanya berupa mitos atau propaganda industri susu.

Manfaat Palsu
Susu sapi sejatinya produk alami untuk menyanggupi keperluan anak sapi yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sebab itu pula sebagian zat yang terkandung di dalamnya tidak sepenuhnya cocok untuk manusia. Kalsium pada susu sapi misalnya sulit dicerna oleh tubuh. Selain itu jenis protein susu sapi yang asing buat badan insan sering berujung pada penyakit alergi atau radang kulit.

Mesin Susu
Kendati begitu susu sapi tetap digemari. Untuk itu industri peternakan berupaya optimalkan efektifitas sapi perah dengan segala cara. Buat memproduksi seliter susu, badan sapi mengolah 500 liter darah. Saat ini buatan susu per ekor sapi berkisar 20.000 liter per tahun. Tapi tingginya tingkat buatan memangkas usia sapi menjadi rata-rata hanya lima tahun. Padahal sapi dapat hidup sampai 20 tahun.

Diperah Hingga Mati
Seperti manusia, sapi perah hanya memproduksi susu sehabis melahirkan. Maka petani mesti memutuskan berlangsungnya reproduksi sapi melalui inseminasi buatan dengan sperma beku. Praktik ini dijalankan setiap tahun sampai sapi dianggap tidak lagi patut dijadikan binatang perah dan dikirim ke tempat tinggal jagal untuk dipotong.

Anak Haram Industri Sapi
Karena tidak menguntungkan dan menyantap biaya, anak sapi jantan umumnya dibuang dan dibunuh. Praktik kejam ini misalnya legal di Australia. Padahal menyerupai manusia, induk sapi memiliki insting keibuan yang tinggi. Sapi senantiasa mengalami tekanan mental dikala bayinya diambil paksa. Peternak berdalih, pemisahan induk dan anak sapi di usia lanjut sulit dijalankan sebab hubungan emosional yang kuat

Pembantaian Massal
Bayi sapi memerlukan perhatian induknya untuk tumbuh. Sebab itu mereka senantiasa melekat induknya kemanapun ia pergi. Hubungan alami itu menghilang di industri susu. Setiap tahun sekitar 700.000 ekor anak sapi di Australia dibunuh dikala gres berusia lima hari. Cara-cara yang dipakai pun mencakup kejam. Bayi sapi dikumpulkan dan dibantai satu per satu dalam antrian panjang.

Logika Sinis Peternak Sapi
Setelah menuai protes, peternak sapi di Eropa mulai merawat bayi sapi dengan susu buatan untuk dijadikan sapi potong. Tapi induk tetap dipisahkan dari bayinya. Regulasi bisnis kuliner dan minuman yang ketat memaksa peternak sapi menjadi sinis. Ketika harga susu menukik tajam, maka peternak membunuh lebih banyak bayi sapi untuk menghambat membengkaknya ongkos produksi.

Tanpa Solusi
Solusi yang dipersiapkan untuk memperbaiki keadaan sapi perah jarang dipraktikkan oleh peternak. Pasalnya dengan sistem non industrial, peternak akan kesusahan memproduksi volume susu yang cukup untuk menutupi ongkos produksi. Sebab itu di peternakan organik sekalipun sapi tetap diperlakukan sama menyerupai di peternakan biasa. Bedanya, sapi perah organik rata-rata hidup setahun lebih lama
(sumber)

0 comments:

Post a Comment