Friday, January 1, 2021

>> 7 Kebiasaan Ini Dapat Menghancurkan Kecerdasan Anda

Teknologi, kebiasaan makan yang salah, bahkan hidup di dunia terbaru secara lazim berpengaruh jelek bagi kecerdasan. Demikian para pakar. Kaprikornus bila ingin tetap pandai, amati hal-hal berikut.


Konsumsi Makanan Berlemak
Mengkonsumsi lemak bosan dalam jumlah banyak meminimalisir fungsi hormon dopamin pada otak. Dopamin yakni neurotransmiter vital yang bertanggungjawab bagi motivasi kerja. Menurut studi pada sejumlah hewan, masakan berlemak melemahkan kesanggupan kognitif, memperlambat reaksi, menghancurkan kenangan dan mendorong depresi.

Multitasking
Pakar ilmu syaraf di Massachusetts Institute of Technology, Earl Miller berpendapat, otak tidak dilengkapi kesanggupan untuk melaksanakan beberapa pekerjaan pada di saat bersama-sama (multitasking). Jika orang melakukannya, bekerjsama orang cuma berpindah-pindah melaksanakan beberapa hal berbeda. Kerugian kognitifnya ada. Multitasking hambat timbulnya wangsit kreatif. Pikiran yang timbul juga tidak dalam.

Cari Saja di Google
Bisa meng-google alamat, nomor telefon, resep, dsb bisa dikatakan berkat sekaligus kutukan. Orang tidak bergantung lagi pada ingatan, yang berpusat pada cuilan hippocampus di otak. Memang google tidak menghancurkan hippocampus, namun berpengaruh pada teknik penyimpanan data di otak. Orang ingat di mana mesti mencari informasi, dan bukan mengingat isu itu sendiri.

Makan Buah Terlalu Banyak
Pakar nutrisi Dr. Sarah Brewer memperingatkan ancaman yang ditimbulkan masakan manis. “Otak perlu glukosa untuk berfungsi. Tapi terlampau banyak dalam waktu singkat memunculkan stimulasi terlalu banyak, dan melambatkan otak. Konsumsi masakan yang mengandung asam lemak Omega 3, yang terdapat pada ikan, dapat menjadi imbangannya.

Nonton Reality-TV Terlalu Banyak
Bukti faktual tidak ada, tetapi studi yang diadakan psikolog Markus Appel menandakan indikasinya. Ia teliti 81 orang yang tonton film reality-TV palsu. Setelah menonton mereka melaksanakan tes wawasan umum. Dibanding mereka yang tidak menonton, hasil tes orang yang menonton film lebih buruk. Bagi Appel itu bukti, apa yang dilihat, ditonton dan didengarkan orang pengaruhi kesadaran dan perilaku.

Jet Lag dan Gangguan Tidur Lain
Jet lag memunculkan mengantuk bisa berhari-hari. Lebih parah lagi, itu dapat sebabkan "kebodohan" beberapa minggu. Studi atas binatang menunjukkan, gangguan pada contoh tidur meminimalisir separuh jumlah pembentukan neuron gres pada hippocampus, yakni cuilan otak yang mengelola ingatan. Dampaknya bahkan masih bisa terlihat sebulan setelah "gangguan" tersebut.

Mengunyah Permen Karet
Belum usang berselang, mengunyah permen karet dianggap anggun dari sisi ilmu syaraf. Tapi eksperimen gres menunjukkan, acara mengunyah mengalihkan perhatian pengikut studi dari kiprah yang menurut kenangan jarak pendek, misalnya mengingat daftar benda yang ditulis di kertas. Demikian pertimbangan Dr. Sarah Brewer.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment