Thursday, May 6, 2021

Ingin Perusahaan Benefit? Ini Catatan Keuangan yang Harus Ada pada Perusahaan

Catatan keuangan pribadi mungkin bisa dibuat sesimple mungkin sesuai dengan pemahaman si pembuat catatan. Tetapi, ketika catatan keuangan menyangkut kepentingan perusahaan, bisa dibilang laporannya harus komplit dan harus sesuai dengan aturan dalam dunia akutansi. Menurut ahli akutansi atau keuangan, catatan keuangan perusahaan akan dianggap bagus ketika perusahaan minimal memiliki beberapa jenis catatan keuangan. Apa saja kira kira jenis catatan keuangan yang wajib ada pada sebuah perusahaan? Simak informasi selengkapnya berikut ini.



Catatan Keuangan Laba dan Rugi

Salah satu catatan keuangan yang tak boleh terlewatkan ketika Anda memiliki perusahaan adalah laporan keuangan laba rugi. Catatan tersebut dibuat untuk mengetahui laba dan rugi yang terjadi di perusahaan. Selain itu, manfaat catatan laba rugi adalah untuk mengetahui berapa besar pajak yang harus dibayarkan perusahaan tiap tahunnya. Selain itu, adanya catatan keuangan laba rugi dapat pula digunakan untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan ketika mengetahui perusahaan mengalami kerugian.

Catatan Keuangan Perubahan Modal

Selain catatan keuangan laba rugi, sebuah perusahaan juga wajib memiliki laporan keuangan yang menuliskan tentang perubahan modal pada perusahaan. Setiap Anda mendirikan suatu perusahaan, pastinya Anda membutuhkan modal. Modal awal perusahaan itu digunakan untuk menggerakkan usaha. Tentunya, dalam menjalankan usaha, terkadang perusahaan akan mengalami keuntungan atau kerugian. Ketika perusahan untung, modal awal pun akan bertambah dan ketika perusahaan mengalami kerugian, modal awal pun akan berkurang. Makanya, suatu perusahaan wajib memiliki laporan perubahan modal yang dibuat per periode tertentu tidak terkecuali biaya expedisi,bila Anda pengguna JNE bisa cek ongkir JNE melalui Aplikasi bukuwarung

Neraca Keuangan

Neraca menjadi sebuah catatan keuangan yang harus dibuat oleh perusahaan. Neraca keuangan akan memberikan informasi tentang berapa jumlah aset yang dimiliki oleh perusahaan termasuk dengan jumlah hutang atau liabilities serta jumlah ekuitasnya. Aset perusahaan pun ada beberapa jenis mulai dari aset kas, aset berwujud, aset tak berwujud, aset cair, aset pendapatan tetap dan aset ekuitas. Daat adet dibagi sesuai dengan kriterianya, maka aset yang dimiliki perusahaan akan semakin jelas.

Cash Flow

Cashflow atau arus kas menjadi sangat penting untuk perusahaan. Makanya, salah satu catatan keuangan yang harus ada pada perusahaan adalah laporan arus kas. Arus kas terdiri dari arus masuk dan arus keluar. Arus kas masuk adalah uang yang masuk ke perusahaan sedangkan arus kas keluar adalah jumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan pada periode tertentu. Jadi, jika perusahaan memiliki laporan cashflow, segala transaksi yang dilakukan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Catatan Atas Laporan Keuangan

Mungkin jenis catatan keuangan yang satu ini sering dianggap sepele padahal catatan keuangan ini sangatlah penting. Catatan atas laporan keuangan berisi tentang penyebab dan alasan mengapa data data dicantumkan di keempat jenis laporan keuangan di atas. Alasan yang diberikan pada laporan haruslah jelas dsn mampu dipertanggungjawabkan. Tak heran, ketika ada penggelapan dana, perusahaan kerap kali tahu karena alasan mengeluarkan dana pun juga harus masuk dalam laporan keuangan. Jika dirasa ganjil, langsung akan dilakukan sidak.

Apabila Anda memiliki kesulitan dalam membuat berbagai jenis catatan keuangan perusahaan di atas, mulai sekarang Anda bisa mencoba mengandalkannya pada aplikasi buku warung. Aplikasi ini akan siap membantu menyelesaikan segala urusan catatan keuangan perusahaan Anda dengan mudah. Semoga bermanfaat!

Deskripsi: catatan keuangan perusahaan minimal ada 5 jenis yaitu catatan laba rugi, perubahan modal, neraca keuangan, cashflow, dan laporan atas keuangan.